Deejayroom

The Best Deejay Music Blog and Live Streaming

Breakbeat Indonesia

Feb 252017

Berhubung minimnya literatur genre musik elektronik di Indonesia maka disini mencoba untuk sedikit berbagi tentang salah satu genre yang berkembang pesat di Indonesia yaitu breakbeat. Disini bukan berarti lebih tahu tentang sejarah musik elektronik tapi hanya sekedar menjadi tulisan yang mudah-mudahan bisa menjadi bahan kita untuk diskusi dan berbagi. Dan berguna buat semua yang ingin tahu atau ingin terjun ke dunia per-DJ-an.

Electronic Music Genre: Breakbeat Indonesia

Breakbeat>>>Berkembang dari Britania Raya pada pertengahan tahun 1990-an, breakbeat dipengaruhi oleh hip hop, jazz, rare groove dan funk. Bristol, Inggris, versi breakbeat dikenal sebagai trip-hop, penggabungan tempo lebih lambat, ketukan sensual, dan suara reggae. Down tempo, ditandai dengan suara latar mellow, dengan atmosfer beat santai, merupakan cabang dari breakbeat.

Old School Influence: James Brown
Subgenre: Trip Hop, Beats Big, Down Tempo
Trip-Hop Masters: Massive Attack, Portishead. Big Beat Classic Breaks: Dig Your Own Hole oleh Chemical Brothers, You’ve Come a Long Way Baby, oleh Fatboy Slim

Breakbeat (kadang disebut Breakbeat atau Breaks) didefinisikan sebagai kumpulan sub genre elektronik musik, karakternya seperti penggunaan pola drum 4/4 yang tidak lurus-lurus saja (kebalikan dari beat stabil musik house atau trance). Iramanya mungkin berdasarkan penggunaan sinkopasi yang intersif dan dengan ketukan yang ramai dimana menonjol pada seluruh musik asli dari Afrika, termasuk musik Afrika-Amerika meskipun instrumen yang digunakan lebih mengarah ke tekno dan aliran musik elektronik lainnya ketimbang aliran musik Afrika atau Afrika-Amerika.

Breakbeat Indonesia: Mungkin dari penjelasan di atas masih banyak DJ, Remixer dan Mashupper di Indonesia yang belum mengetahuinya. Karena realita yang terjadi di Indonesia tentang genre breakbeat lebih unik perkembangannya. Ketika para Produser atau Remixer breakbeat di luar negeri dihiasi dengan beragam model bagan lagu breakbeat tidak demikian halnya di Indonesia. Belum jelas pastinya kapan breakbeat mulai naik daun di Indonesia, setidaknya sepengetahuan breakbeat Indonesia mulai dikenal sekitar tahun 2008-2009 dengan cover lagu seperti Uninvited, Grab That Thing dll. Mengapa mengklasifikasikan genre ini sebagai breakbeat Indonesia bukan breakbeat saja karena ada perbedaan yang jelas antara genre breakbeat yang berkembang di luar negeri dengan di Indonesia, ketika musik breakbeat luar negeri memiliki ciri musik yang lebih patah-patah justru di Indonesia musik breakbeat bertransformasi menjadi musik yang lebih mengalir seperti genre funky kota yang dikenal dengan BPM tinggi (170-180) namun turun BPM-nya menjadi 130. Percaya tidak percaya boleh dicoba. Dalam perkembangannya semakin kesini genre breakbeat dikimpoikan juga dengan genre dirty dutch ala Pon the Foley atau genre yang membawa salah satu Produser musik elektronik Indonesia Angger Dimas yang tembus ke dunia internasional. Jadilah sebuah subgenre baru yang disebut breakbeat dutch atau breakdutch. Sebelum genre breakdutch tersebut populer ada subgenre lainnya yang juga masih eksis sampai sekarang yaitu breakbeat kota, genre ini berkembang pesat di daerah kota jakarta dan merembet ke daerah lainnya di Indonesia. Cirinya yaitu karakter suara dan pola basline yang benar-benar mengikuti bagan lagu funky kota terutama di bagian Downbeatnya. Semakin berkembangnya teknologi komputer dan program-program musik di dalamnya menyebabkan mulai banyak bermunculan produser maupun remixer dan mashupper di Indonesia. Seperti As Remix, Black, Hadi Property, Mumu, Art, A5un dan banyak remixer-remixer handal lainnya yang lagu-lagunya mengisi di hampir semua club bergenre breakbeat di Indonesia. Walau bagaimanapun juga kita patut bangga dengan para DJ, Produser, Remixer dan Mashupper Indonesia yang mengembangkan serta melestarikan genre Breakbeat ini di Indonesia. Maju terus musik elektronik Indonesia.

Penulis adalah seorang Arranger, Produser, Remixer dan DJ Musik Elektronik yang masih aktif.

Comments

Atom

Powered by Veners.co